"Pemerintah akan mengeluarkan red notice untuk Musharraf," ujar Menteri Dalam Negeri Pakistan Rehman Malik, Seperti diberitakan CNN, Rabu (22/2/2012).
"Kita akan membawa dia ke Pakistan lewat Interpol," cetus Malik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Malik dan kepala penyelidikan mengatakan, mantan pemimpin Taliban Baitullah Mehsud merencanakan pembunuhan tersebut dan membayar sekitar US$ 4.500 kepada jaringan milisi Islam untuk melakukan pembunuhan. Dengan menguraikan barang bukti yang mereka kumpulkan, pihak keamanan Pakistan mengatakan Mehsud membunuh Bhutto karena mendukung Barat untuk memerangi milisi Islam.
Para penyidik juga menambahkan, mereka mengumpulkan banyak bukti dari rencana pembunuhan itu dari rekaman telepon sebelum dan sudah pembunuhan Bhutto.
Pada November 2011 lalu, pengadilan Pakistan mendakwa lima milisi Islam dengan tuduhan membantu penyerangan bunuh diri dan dua perwira polisi karena gagal untuk memberikan keamanan.
Musharraf juga telah dituduh gagal melindungi Bhutto. Pada bulan Februari 2011 seorang hakim mengeluarkan surat perintah penangkapan bagi Musharraf setelah dia tidak muncul ke pengadilan untuk ditanyai.
Malik dan penyidik mengatakan Musharraf menolak permintaan Bhutto menggunakan jasa kontraktor keamanan Barat untuk perlindungan ketika dirinya kembali ke Pakistan. Mereka menduga Musharraf sengaja meninggalkan Bhutto karena merasa terancam secara politik sejak Bhutto kembali.
"Itu adalah tugas pemerintah untuk menyediakan perlindungan bagi perdana menteri," tegasnya.
"Mengapa Anda tidak memberikan keamanan. Apa masalahnya?" tanya Malik.
Musharraf berada di pengasingan sejak dia meninggalkan Pakistan tahun 2008. Pada Agustus 2011 lalu, pihak berwenang menyita harta Musharraf di Pakistan dan membekukan rekening banknya. Mantan Penguasa militer itu membantah ada kaitannya dengan pembunuhan Bhutto.
(fiq/ita)











































