Pembantian itu terjadi di rumah korban di Kampung Padang Buluh, Sidam Kiri, dekat Sungai Petani, Malaysia seperti dilansir harian Malaysia, The Star, Rabu (22/2/2012).
Tubuh wanita itu ditemukan bersimbah darah di dapur rumahnya oleh salah seorang sanak keluarga. Dia dibunuh oleh putra bungsunya yang berumur 26 tahun. Pria yang tidak disebutkan jati dirinya itu merupakan anak bungsu dari enam anak korban. Sehari-hari dia tinggal bersama korban di rumah tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya temukan mayatnya di lantai namun saya tak berani mendekat karena ada banyak darah," kata salah seorang kerabat keluarga korban seperti dilansir harian Malaysia, The Star.
"Saya pergi ke dalam untuk memeriksa apakah putranya ada di dalam dan ketika saya tahu dia tidak ada, saya menelepon polisi," ujar wanita yang tidak disebutkan namanya itu.
Korban sehari-hari bekerja sebagai penyadap karet. Saat kejadian, korban baru saja kembali ke rumah usai menyadap karet. Korban sedang menyiapkan makan siang untuk dirinya dan anak kandungnya ketika tiba-tiba putranya itu menyerang dia dengan parang.
Wakil kepala kepolisian Kedah, Zakaria Ahmad mengatakan, insiden tragis itu terjadi pada Selasa, 21 Februari siang waktu setempat. Dikatakannya, polisi menemukan luka menganga di bagian belakang kepala korban. Luka itu diyakini akibat benda tajam.
Menurut Zakaria, pelaku telah ditangkap di dekat rumahnya. Sejauh ini belum diketahui motif perbuatan sadis pelaku.
"Berdasarkan investigasi kami, pria itu punya sejarah penyakit jiwa dan telah menerima pengobatan di rumah sakit," tutur Zakaria.
Kepolisian pun masih melakukan penyelidikan atas peristiwa berdarah ini.
(ita/nrl)











































