"Dugaan awal yang kami miliki adalah ini sebuah kecelakaan, ide-ide terkait tindakan kriminal, atau hubungan arus pendek listrik telah dikesampingkan," ujar Menteri Keamanan Honduras, Pompeyo Bonilla, Seperti diberitakan AFP, Rabu (22/2/2012).
Kebakaran yang terjadi di penjara Comayagua pada 14 Februari lalu merupakan salah satu kebakaran di penjara yang paling mematikan. Jumlah korban terus meningkat menjadi 360 orang, ketika seorang tahanan tewas akibat luka-luka yang dideritanya di rumah sakit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam statemen di kedutaan Amerika Serikat (AS) di Tegucigalpa, tim ahli AS dari Biro Alkohol, Tembakau, Senjata Api dan Bahan Peledak (ATF) menyatakan, mereka meyakini kebakaran itu merupakan kecelakaan.
"Penyebab api dipercaya berasal dari sebuah api yang terbuka (sumber yang bisa termasuk tetapi tidak terbatas pada rokok, pemantik api, korek dll), meski sumber api belum ditemukan," kata tim tersebut.
Tim tersebut juga menyebutkan, peristiwa tragis telah memusatkan perhatian pada praktek keselamatan yang tidak memadai dalam sistem penjara Honduras.
"Amerika Serikat mendesak adanya tindakan cepat dalam merencanakan dan memberlakukan reformasi yang diperlukan untuk menjamin keselamatan, kesehatan, dan HAM para tahanan Honduras untuk mencegah tragedi serupa di masa mendatang," tegas tim tersebut.
Sementara itu, keluarga korban menyebut bahwa pada beberapa mayat tahanan ditemukan luka tembakan. Mereka mengklaim
ada laporan kemungkinan polisi dibayar untuk menuangkan bensin di sekitar penjara dan membantu sebuah pelarian. Namun pihak berwenang membantah laporan mengenai adanya luka tembak tersebut.
(fiq/ita)
