Di Sanaa, ibukota Yaman, seperti diberitakan AFP, Selasa (21/2/2012), polling mirip referendum tersebut dimulai pada sekitar pukul 08.00 waktu setempat. Hanya ada satu kandidat dalam pemilihan ini, yakni Wakil Presiden Abdrabuh Mansur Hadi.
Polling ini digelar sebagai bagian dari kesepakatan mengenai pengunduran diri Saleh. Dengan kesepakatan ini, Yaman menjadi negara Arab pertama yang revolusinya berakhir damai dengan tercapainya kesepakatan hasil negosiasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Voting ini diboikot oleh dua kelompok oposisi utama, Gerakan Separatis Selatan dan pemberontak Syiah utara.
Tapi para pendukung utama pemberontakan di Yaman yang dimulai sejak Januari 2011 tersebut, telah meminta rakyat Yaman untuk menunjukkan dukungan mereka pada Hadi. Beberapa poster Hadi telah terpampang di seluruh bangunan dan jalan-jalan di Sanaa.
Otoritas Yaman telah mengerahkan sekitar 103 ribu tentara untuk mengamankan tempat-tempat pemungutan suara. Setelah polling ini, maka presiden baru Yaman akan memimpin sementara selama kurun waktu dua tahun. Setelah itu akan digelar pemilihan presiden dan parlemen Yaman.
(ita/ita)











































