Jasad keempat korban ditemukan di Distrik Washer, Provinsi Helmand pada Minggu, 19 Februari malam waktu setempat.
"Keempat pria itu adalah warga sipil yang dipenggal oleh Taliban karena diduga menjadi mata-mata untuk pemerintah," kata juru bicara pemerintah provinsi Daud Ahmadi kepada kantor berita AFP, Selasa (21/2/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diimbuhkan Ahmadi, telepon seluler tak beroperasi di distrik itu sehingga merupakan hal biasa bagi orang-orang untuk menggunakan telepon satelit.
Sebelumnya, Taliban telah beberapa kali menggunakan hukum pancung sebagai hukuman bagi para tersangka mata-mata dan pengkhianat. Taliban telah mengangkat senjata selama 10 tahun sejak pemerintahan Taliban digulingkan oleh invasi internasional pimpinan Amerika Serikat pada 2001 silam.
Saat ini sekitar 130 ribu pasukan multinasional pimpinan AS, bersama-sama pasukan Afghanistan terus memerangi Taliban di negeri itu.
(ita/nrl)











































