Ledakan itu terjadi pada Senin, 20 Februari malam waktu setempat di pabrik baja milik perusahaan negara, Heavy Machinery Angang di Kota Anshan, Provinsi Liaoning.
Sebelumnya tiga pekerja dilaporkan hilang dalam insiden itu. Namun kini, jenazah mereka telah ditemukan. Sejauh ini belum diketahui penyebab ledakan fatal tersebut.
"Upaya penyelamatan telah selesai. Jasad-jasad tiga pekerja yang hilang telah ditemukan dan kini biro keselamatan kerja setempat tengah menyelidiki penyebab kecelakaan," ujar juru bicara Ansteel Group, perusahaan induk Heavy Machinery Angang kepada kantor berita AFP, Selasa (21/2/2012).
Menurut pejabat setempat seperti diberitakan kantor berita resmi China, Xinhua, seluruh korban yang terluka telah dilarikan ke rumah sakit. Ke-17 orang itu saat ini masih dalam perawatan.
Kecelakaan kerja umum terjadi di China karena para bos perusahaan sering mengabaikan peraturan keselamatan demi mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi.
Menurut data Badan Keselamatan Kerja Negara, hampir 50.000 orang tewas dalam kecelakaan kerja di China selama kurun waktu sembilan bulan pertama tahun 2011 lalu. Angka ini turun 16 persen dari periode yang sama di tahun 2010.
(ita/ita)











































