"Kita berharap beberapa hari mendatang kita membuat sesuatu yang baik dan konstruktif di Teheran," kata Wakil Direktur Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Herman Nackaerts, seperti diberitakan Reuters, Senin (20/2/2012).
"Prioritas utama kita tentunya pada kemungkinan adanya dimensi militer dalam program nuklir Iran," imbuh Nackaerts. Dikatakannya, IAEA ingin mendapatkan hasil yang konkret dalam diskusi dengan pejabat-pejabat Iran kali ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa diplomat Barat pesimis akan adanya terobosan pada pertemuan yang akan digelar pada 20-21 Februari itu. Meski dalam beberapa hari ini, terlihat tanda-tanda yang memungkinkan terbukanya jalur diplomasi dalam sengketa panjang masalah nuklir ini.
"Saya masih pesimis Iran akan menunjukkan kerjasama yang substansif," kata salah seorang utusan IAEA yang dikirimkan ke Iran.
Pemerintah Iran selama ini telah membantah tudingan negara-negara Barat bahwa pihaknya diam-diam sedang mengembangkan senjata nuklir. Ditegaskan Iran bahwa program nuklirnya hanya untuk tujuan damai, yakni sebagai pembangkit energi bagi kepentingan sipil.
(fiq/ita)











































