Seperti diberitakan Reuters, Senin (20/2/2012), China dan Rusia telah membuat negara-negara Barat marah setelah memveto resolusi Dewan Keamanan PBB mengenai Suriah. Dalam resolusi itu PBB mendesak Presiden Suriah Bashar al-Assad untuk mundur dari jabatannya guna mengakhiri konflik di negeri itu.
China telah mengirimkan utusannya ke Suriah untuk mencari solusi diplomatik, termasuk kunjungan Wakil Menteri Luar Negeri China, Zhai Jun yang bertemu dengan Assad di Damaskus. Dalam pertemuan itu, China mendukung rencana Suriah untuk melakukan referendum dan pemilihan umum multi partai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika negara-negara Barat terus mendukung penuh oposisi Suriah, maka pada akhirnya perang sipil berskala besar akan meletus dan tidak akan ada cara untuk menghindari kemungkinan intervensi bersenjata asing," ujar pengamat luar negeri China, Qu Xing.
Qu juga menuliskan, jika Dewan Keamanan PBB tetap meloloskan resolusi Liga Arab untuk meminta Assad mundur, maka itu hanya akan mengakibatkan lebih banyak terjadinya kekerasan.
Selama seminggu ini, ribuan rakyat Suriah terus berdemonstrasi di jantung ibukota dan merupakan salah satu aksi demo terbesar sejak maraknya demo antipemerintah pada 2011 lalu. PBB memperkirakan, sejauh ini lebih dari 6 ribu orang telah tewas selama pergolakan yang terus berlangsung tersebut.
(fiq/ita)











































