Wapres Irak Diduga Terlibat Dalam 150 Serangan

Wapres Irak Diduga Terlibat Dalam 150 Serangan

- detikNews
Jumat, 17 Feb 2012 15:21 WIB
 Wapres Irak Diduga Terlibat Dalam 150 Serangan
Jakarta - Wakil Presiden Irak, Tariq al-Hashimi diduga terlibat dalam 150 serangan dalam 6 tahun terhadap sekte agama lain, petugas keamanan dan lawan-lawan politiknya. Perihal keterlibatan Hashimi terungkap dari kesaksian para pengawalnya.

Hal tersebut disampaikan panel hakim Irak seperti diberitakan The New York Times, Jumat (17/2/2012). Dalam laporan investigasi kasus politik, kesembilan hakim yang berasal dari semua faksi dan etnis, memberikan dukungan terhadap tuduhan terorisme pada Hashimi.

Hashimi yang berasal dari Sunni itu membantah tuduhan itu dan menyatakan dirinya tidak bersalah. Ditegaskannya, tuduhan yang dialamatkan kepadanya merupakan dendam politik oleh pemerintah Irak pimpinan Syiah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Majelis hakim mengatakan bahwa pengawal-pengawal Hashimi telah melaksanakan sekitar 150 serangan dari 2005 hingga 2011.

Juru bicara Dewan Kehakiman Agung Irak, Abdul-Sattar Bayrakdar, tidak membahas atau mengatakan dengan pasti bagaimana Hashimi terlibat. Para pejabat keamanan menuduh Hashimi secara pribadi menyerahkan amplop uang tunai untuk pengawalnya setelah sukses melakukan pemboman dan pembunuhan.

Tuduhan terbaru terhadap Hashimi sangat bergantung pada pengakuan dari pengawal dan orang lain yang bekerja di kantornya. Lebih dari empat lusin penjaga dan anggota staf lain telah ditangkap sejak Desember. Tidak jelas berapa banyak yang saat ini masih ditahan.

Pengadilan juga menyalahkan para pengawal Hashimi atas pemboman pada 22 Desember 2011 yang merusak sebuah kawasan kelas menengah di Baghdad. Serangan itu terjadi setelah pemerintah Irak mengumumkan surat perintah penangkapan terhadap wakil presidennya. Dalam serangan itu, sebuah ambulans yang diisi bahan peledak, meledak di luar kantor Komisi Integritas pemerintah dan menewaskan 20 sampai 30 orang.

Bayrakdar mendesak keluarga korban dan korban yang cedera untuk bersaksi di pengadilan. Sementara Hashimi dan juru bicaranya belum bisa dimintai komentar akal hal ini.

Seperti diketahui, pasukan keamanan Irak telah menahan 16 pengawal Hashemi. Penahanan ini dilakukan terkait tudingan rencana pembunuhan terhadap sejumlah pejabat pemerintahan Irak.

Wapres Hashemi dituding terlibat serangkaian pembunuhan dan pemboman di Irak. Pada pertengah Desember 2011 lalu, pemerintah Irak mengeluarkan perintah penangkapan terhadap Hashemi.

Tudingan terhadap Hashemi tersebut didukung dengan bukti berupa rekaman pengakuan tiga orang pria yang mengaku sebagai pengawal Wapres Hashemi. Tiga pria tersebut mengaku disuruh oleh ajudan Hashemi untuk melakukan pembunuhan dan penembakan terhadap sejumlah pejabat pemerintahan dan pejabat keamanan, serta meletakkan bom di pinggir jalan.

(fiq/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads