Kecam Kekerasan di Suriah, Majelis Umum PBB Keluarkan Resolusi

Kecam Kekerasan di Suriah, Majelis Umum PBB Keluarkan Resolusi

- detikNews
Jumat, 17 Feb 2012 11:16 WIB
Kecam Kekerasan di Suriah, Majelis Umum PBB Keluarkan Resolusi
Washington DC - Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan resolusi yang mengecam kekerasan yang berlangsung di Suriah. PBB pun menyerukan Presiden Suriah Bashar Al-Assad untuk segera menghentikan kekerasan brutalnya. Hal ini dilakukan menyusul hasil voting Majelis Umum PBB yang mendukung resolusi mengenai Suriah.

Dalam voting Majelis Umum PBB, 137 negara mendukung resolusi yang diajukan Mesir dan negara-negara Arab lainnya itu. Sementara 12 negara menolak resolusi tersebut, termasuk China, Rusia, dan Iran yang menolak resolusi yang didukung Barat itu.

Adapun 17 negara abstain dalam voting tersebut. Voting ini terjadi setelah beberapa waktu lalu Rusia dan China menggunakan hak veto mereka untuk menggagalkan resolusi serupa di Dewan Keamanan PBB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Duta Besar Mesir untuk PBB, Osama Abdelkhalek mengatakan, Majelis Umum PBB mengirimkan pesan yang jelas ke Damaskus. "Sudah saatnya mendengarkan suara rakyat," ujar Abdelkhalek seperti diberitakan AFP, Jumat (17/2/2012).

Pada kesempatan itu, Duta Besar Suriah untuk PBB, Bashar Jaafari mengecam hasil Majelis Umum PBB sebagai campur tangan yang tidak beralasan atas urusan dalam negeri Suriah. "Kuda Troya Arab sedang membuka kedoknya hari ini," cetus Bashar.

Teks resolusi tersebut meminta Suriah untuk menghentikan segala bentuk kekerasan dan melindungi rakyatnya, menarik seluruh pasukannya yang berada di seluruh wilayah penduduk serta menjamin kebebasan demonstrasi. Resolusi itu juga menekankan pada akses penuh dan tanpa hambatan bagi tim monitor Liga Arab dan media internasional guna melihat langsung kenyataan di lapangan.

Sekjen PBB Ban Ki-moon menyerukan untuk menghentikan kekerasan di Suriah, baik yang dilakukan pemerintah maupun oposisi Suriah.

"Yang paling penting saat ini, pertama adalah pihak berwenang Suriah berhenti membunuh rakyatnya sendiri," tegas pemimpin badan dunia itu saat ditanya oleh wartawan tentang rencana Suriah untuk menggelar referendum konstitusi.

PBB memperkirakan, lebih dari 6.000 orang telah tewas sejak pasukan rezim Assad melancarkan tindakan keras terhadap para demonstran antipemerintah sejak Maret 2011. Dalam aksinya, para demonstran gigih menuntut pengunduran diri Assad.


(fiq/ita)


Berita Terkait