Semua korban tersebut bekerja di pabrik-pabrik sepatu dan tas yang memiliki ventilasi buruk di Kota Guangzhou. Kebanyakan pabrik tersebut tidak memiliki izin operasi alias ilegal. Para korban mulai sakit tahun 2011 lalu setelah menangani lem berkualitas buruk.
Demikian seperti diberitakan media China, Beijing Morning Post dan dilansir kantor berita AFP, Rabu (15/2/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Wang Min, pejabat di Rumah Sakit Rakyat Nomor 12 Guangzhou, yang telah merawat 33 pekerja sejak November 2011 lalu, seluruh pasien itu keracunan dichloroethane -- zat kimia yang digunakan untuk membuat lem. Dikatakannya, satu orang telah meninggal, seorang lagi telah sembuh dan tiga orang telah dipindahkan ke rumah sakit lain.
Sementara menurut Beijing Morning Post, tiga orang lainnya telah meninggal akibat keracunan lem ini.
"Saat ini, masih ada 28 orang yang dirawat di rumah sakit kami, termasuk 16 dalam kondisi kritis, meskipun jiwa mereka tidak dalam bahaya," kata Wang.
"Pasien-pasien itu semuanya berasal dari pabrik-pabrik kecil yang membuat sepatu, produk-produk kulit dan tas-tas," imbuh Wang.
Atas kasus ini, enam orang telah ditahan karena menjual lem berkualitas buruk atau menyimpan zat-zat kimia berbahaya secara ilegal.
(ita/nvt)











































