Pemasangan ini dilakukan demi menjaga reaktor tersebut tetap beroperasi. Pada Januari lalu, otoritas Iran telah mengumumkan keberhasilan pihaknya memproduksi dan menguji batang bahan bakar nuklir buatan sendiri. Namun tindakan ini justru memicu sanksi internasional atas Iran.
"Batang bahan bakar nuklir pertama buatan sendiri akan dipasangkan pada fasilitas Reaktor Penelitian Nuklir Teheran dengan kehadiran Presiden Mahmoud Ahmadinejad," jelas Wakil Kepala Dewan Keamanan Nasional Iran, Ali Baqeri kepada media setempat, Iranian Student's News Agency (ISNA) dan dilansir oleh Reuters, Rabu (15/2/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dijelaskan juga bahwa, Iran terpaksa membuat bahan bakar nuklir sendiri untuk dipasang pada reaktornya. Hal ini karena negara-negara Barat enggan membantu Iran. Para analis awalnya meragukan kemampuan Iran untuk mengembangkan sendiri uranium menjadi bahan bakar untuk reaktornya.
Selama ini, negara-negara Barat menuding Iran berusaha mengembangkan nuklir sebagai senjata dengan adanya program pengayaan uranium. Namun Iran berulang kali menyatakan, bahwa fasilitas nuklirnya akan digunakan untuk kepentingan damai.
Perundingan sejumlah negara dengan Iran soal nuklir mandek pada Januari 2011. Hal ini karena Iran menolak untuk menangguhkan program pengayaan uraniumnya, seperti yang diminta oleh resolusi PBB dan negara adikuasa lainnya. Namun, kali ini otoritas Iran menyatakan siap memulai kembali perundingan tersebut tanpa prasyarat apapun.
"Kami juga akan mengirimkan balasan kepada pemimpin kebijakan luar negeri Uni Eropa (soal perundingan nuklir) hari ini," tandas Baqeri.
(nvc/ita)











































