Pria pertama diketahui bernama Saied Morati (28). Pria ini mengalami luka parah pada kakinya ketika dia mencoba kabur dari kejaran petugas Kepolisian pada Selasa (13/2). Dia ditahan setelah dilarikan ke rumah sakit oleh petugas untuk menjalani perawatan atas kakinya yang terkoyak akibat bom granat.
Pria kedua yang tidak disebutkan namanya, berhasil ditangkap di Bandara Internasional Suvarnabhumi Bangkok, ketika hendak kabur. Menurut otoritas setempat, masih ada seorang pria lagi yang terlibat dalam ledakan tersebut, namun diyakini pria ketiga ini telah melarikan diri ke Malaysia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tim anti-teror memergoki ketiganya berusaha kabur dari sebuah rumah di kawasan Sukhumvit Road. Dari rumah yang menjadi lokasi ledakan pertama tersebut, polisi berhasil menemukan sebuah bahan peledak dan magnet.
Kedua warga negara Iran yang telah ditahan ini dijerat dakwaan berlapis. Mereka didakwa atas peledakan ilegal dan percobaan pembunuhan terhadap polisi dan pejabat publik.
"Kami belum bisa mengatakan bahwa aksi ini merupakan aksi terorisme, tapi modus yang digunakan mirip dengan percobaan pembunuhan terhadap seorang diplomat di India," terang Menteri Luar Negeri Thailand, Surapong Tovichakchaikul kepada wartawan.
Sementara itu, secara terpisah Duta Besar Israel untuk Thailand, Itzhak Shoham menuturkan, para tersangka dalam pemboman di Bangkok memiliki jaringan yang sama dengan pelaku pemboman di India dan Georgia beberapa waktu lalu.
(nvc/ita)











































