Atas kejadian tersebut, pendeta berumur 43 tahun itu beserta istrinya ditahan atas tuduhan pembunuhan. Keduanya juga telah mencambuk anak-anak mereka dengan dalih untuk mengusir roh-roh jahat dari tubuh mereka.
Pasangan tersebut ditangkap pada Minggu, 12 Februari kemarin setelah sanak-saudara mereka menemukan tiga mayat anak yang telah membusuk di rumah pendeta tersebut. Rumah tersebut berdekatan dengan gereja pendeta tersebut di Kota Boseong, Korsel.
Ketiga anak malang tersebut terdiri dari seorang anak perempuan berumur 10 tahun dan dua anak laki-laki berumur 8 dan 5 tahun.
Hasil pemeriksaan forensik menunjukkan, tak ada makanan di dalam perut ketiga korban. Ketiganya juga mengalami memar-memar di seluruh tubuh mereka. Demikian disampaikan juru bicara Badan Kepolisian Provinsi Jeonnam kepada kantor berita AFP, Senin (13/2/2012).
Kepada polisi, pasangan tersebut mengaku berusaha menyembuhkan anak-anak mereka dengan berpuasa dan berdoa serta berulang kali mencambuk mereka guna "mengusir roh-roh jahat". Ketiga anak tersebut menderita demam tinggi dan batuk-batuk.
"Kami yakin anak-anak itu tidak diberi makan sejak 23 Januari sebelum mereka akhirnya meninggal pada 1 atau 2 Februari lalu," kata juru bicara kepolisian tersebut.
Pasangan itu diduga mencambuk setiap anak hingga 39 kali dengan ikat pinggang ataupun pemukul lalat dalam lima kesempatan terpisah.
Atas kejadian ini, anak keempat pasangan tersebut, seorang bayi berumur 1 tahun, telah diamankan oleh polisi untuk diasuh. Kondisinya sehat.
(ita/nrl)











































