Desakan pengiriman pasukan perdamaian itu tertuang dalam draft resolusi mengenai Suriah yang dibicarakan dalam pertemuan para Menteri Luar Negeri (Menlu) Liga Arab di Kairo, Mesir. Pertemuan yang digelar Minggu, 12 Februari itu khusus untuk membahas situasi di Suriah.
Dalam draft seperti diberitakan Press TV, Senin (13/2/2012) juga diserukan untuk menghentikan semua bentuk kerja sama diplomatik dengan Suriah adanya "sanksi-sanksi ekonomi yang lebih berat" terhadap pemerintah Suriah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menlu Arab Saudi Saud al-Faisal mengatakan dalam pertemuan tersebut, Liga Arab harus memberikan semua bentuk dukungan untuk oposisi.
Pertemuan Liga Arab itu terjadi dua hari setelah pejabat-pejabat Suriah mengatakan, 28 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka dalam dua serangan bom mobil terhadap pos-pos keamanan di Kota Aleppo pada Jumat, 10 Februari waktu setempat.
Oposisi Suriah dan negara-negara Barat menuding rezim Presiden Bashar al-Assad melakukan kekerasan terhadap para demonstran sehingga menimbulkan ribuan korban jiwa. Namun rezim Assad mencetuskan, para pelanggar hukum, penyabotase dan kelompok-kelompok teroris bersenjata bertanggung jawab atas krisis di Suriah.
Bahkan menurut rezim Assad, krisis itu didalangi dari luar negeri.
(ita/nrl)











































