Pada Januari lalu, wanita berumur 31 tahun itu melahirkan bayinya lebih awal dari semestinya supaya sang suami sempat melihat putri mereka sebelum dia meninggal. Demikian seperti diberitakan harian Sydney Morning Herald, Senin (13/2/2012).
Pria AS tersebut, Mark Aulger didiagnosa menderita kanker usus besar pada April 2011 lalu. Operasi dan kemoterapi pun dilakukan untuk mengatasi penyakit kanker tersebut. Prosedur tersebut tampaknya berhasil. Namun kemudian Mark menderita fibrosis paru yang menyebabkan penebalan paru-paru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal bayi dalam kandungan Diane baru akan lahir sekitar dua minggu lagi yakni pada 29 Januari. Karena itulah, Diane memutuskan untuk memajukan persalinannya dengan cara diinduksi.
Pada 18 Januari lalu, setelah diinduksi, Diane pun melahirkan bayinya dengan selamat. Begitu lahir, Mark menggendong putrinya yang diberi nama Savannah itu selama sekitar 45 menit. "Dia (Mark) menangis dan dia kelihatan sangat sedih," kata Diane.
Namun keesokan harinya, Mark hanya mampu menggendong Savannah sekitar satu menit sebelum kemudian jatuh koma. Prediksi dokter pun terbukti kebenarannya. Mark meninggal lima hari kemudian di usia 52 tahun.
(ita/nrl)











































