Seperti diberitakan oleh ABC News, Senin (13/2/2012), karantina langsung dilakukan setelah pesawat tersebut mendarat di bandara Auckland, Selandia Baru. Para petugas medis dengan masker dan pakaian pelindung langsung masuk ke dalam pesawat dan melakukan pemeriksaan terhadap para penumpang.
Penerbangan dari Tokyo tersebut mengangkut 274 penumpang. Dilaporkan ada sekitar 60 penumpang yang menderita gejala flu mencurigakan dalam pesawat milik maskapai Selandia Baru tersebut.
Oleh petugas, para penumpang dibagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok penumpang yang menderita gejala flu dan kelompok lainnya bagi penumpang yang sehat. Penumpang yang sehat telah diperbolehkan pulang, sedangkan yang menderita gejala flu masih dalam karantina.
Diketahui juga bahwa penerbangan tersebut mengangkut rombongan wisata pelajar dari Hitachi, Jepang. Sekitar 90 pelajar Jepang tersebut hendak melakukan kunjungan home-stay selama 10 hari di North Island.
Ketua rombongan mengaku paham dengan adanya karantina dan pemeriksaan petugas. Dia juga mamahami jika sebagian besar anggota rombongannya juga menderita gejala flu.
Sementara itu, Menteri Kesehatan Selandia Baru Ryall menjelaskan, karantina tersebut dilakukan sebagai langkah pencegahan. Dia menambahkan, para penumpang yang berada dalam pesawat tersebut diyakini hanya menderita flu musiman biasa.
"Kami telah diberitahu situasi yang ada, dan dijelaskan bahwa saat ini sedang musim flu di Jepang, dan tidak ada laporan soal jenis flu baru di sana. Kami tetap memperhatikan pemeriksaan, tapi kami diberitahui bahwa tidak ada yang menujukkan gejala flu lain, selain flu musiman biasa," jelasnya kepada The New Zeland Herald.
(nvc/ita)











































