Kecelakaan Pesawat, Kepala Penasihat Kepresidenan Kongo Tewas

Kecelakaan Pesawat, Kepala Penasihat Kepresidenan Kongo Tewas

- detikNews
Senin, 13 Feb 2012 03:09 WIB
 Kecelakaan Pesawat, Kepala Penasihat Kepresidenan Kongo Tewas
Kinshasa - Sebuah kecelakaan pesawat hebat terjadi di bagian selatan kota Bukavu, Kongo. Peristiwa ini menyebabkan Kepala Penasihat Kepresidenan Kongo Agustin Katumba Mwanke (58) tewas. Sementara itu Menteri Keuangan Kongo, Matata Ponyo Mapon dikabarkan dalam kondisi luka berat akibat kecelakaan tersebut.

"Kecelakaan ini adalah sebuah kehilangan bagi kami. Agustin Katumba Mwanke merupakan orang yang sangat penting dalam pemerintahan kami," terang Juru Bicara Kepresidenan Kongo, Lambert Mende, seperti dikutip dari Reuters, Senin (13/2/2012).

Hingga kini belum diketahui total jumlah dan penyebab pasti kecelakaan ini. Namun, menurut salah keterangan salah satu saksi mata di lokasi kejadian ini terjadi diduga akibat pesawat yang tidak mampu berhenti secara sempurna di landasan, dan akhirnya tereperosok hingga keujung landasan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya tidak punya jumlah pasti pesawat yang berada di dalam pesawat. Namun menurut keterangan salah satu anggota kami, pilot melakukan pendaratan tidak mulus dan akhirnya pesawat terlihat tidak bisa berhenti hingga melewati ujung landasan," terang pejabat Juru Bicara PBB yang bertugas di Kongo, Alexandre Essome.

Korban meninggal Agustin Katumba Mwanke, dikenal sangat dekat dengan Presiden Kongo, Joseph Kabila. Bahkan menurut situs wikileaks, Katumba dijuluki sebagai 'kekuatan yang berada dibelakang singgasan Kabila'. Dirinya juga merupakan manta Gubernur Katanga, sebuah provinsi yang sangat kaya akan sumber tembaga.

Untuk menggambarkan kekuataanya, menurut salah satu anggota parlemen Kongo yang disebutkan namanya, apabila dalam sebuah negosiasi bisnis, Kabila menyatakan 'ya' itu masih 50%. Namun, apabila Katumba menyatakan 'ya' itu sudah pasti 100%

"Ini merupakan pukulan telak bagi Presiden Kabila," ujar anggota parlemen tersebut.

(mpr/mpr)


Berita Terkait