Akibatnya, satu orang tewas dalam insiden itu. Ini merupakan bentrokan fatal kedua yang terjadi di negara kaya minyak itu dalam waktu 24 jam terakhir.
"Aparat yang mengawal demo tanpa izin di Kota Al-Awamiya di distrik Qatif, ditembaki oleh para pria bersenjata bertopeng," demikian diberitakan kantor berita resmi Saudi, SPA yang mengutip juru bicara kepolisian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun para aktivis mengungkapkan versi berbeda. Dikatakan bahwa korban tewas adalah Zuhair al-Said. Pemuda berumur 21 tahun itu tewas tertembak ketika aparat polisi membubarkan massa yang berunjuk rasa pada Jumat, 10 Februari waktu setempat.
"Delapan kendaraan lapis baja milik pasukan Saudi dikerahkan untuk membubarkan aksi protes," ujar seorang aktivis Saudi.
Dijelaskannya, aksi demo itu dilakukan untuk memprotes kematian seorang pria lainnya pada Kamis, 9 Februari lalu.
Pria muda tersebut, Munir al-Medani (21) meninggal akibat luka-lukanya setelah ditembak aparat di kawasan Al-Shwaika, Qatif saat berlangsung demonstrasi warga Syiah. Unjuk rasa untuk menuntut reformasi di kerajaan tersebut telah berlangsung sejak tahun 2011 lalu. Sejauh ini sudah 7 demonstran yang tewas sejak aksi demo terjadi di wilayah Provinsi Timur pada Maret 2011.
(ita/ita)










































