Di Teheran, ibukota Iran, puluhan ribu orang telah berkumpul di Lapangan Azadi. Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad menyampaikan pidatonya di depan lautan manusia tersebut.
Sejumlah demonstran tampak membawa spanduk bertuliskan "Matilah Amerika" dan "Matilah Israel". Demikian seperti diberitakan kantor berita AFP, Sabtu (11/2/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pidatonya, Haniya bersumpah bahwa gerakan Hamas tak akan pernah mengakui negara Israel.
"Mereka ingin kita mengakui pendudukan Israel dan menghentikan perlawanan, tapi sebagai perwakilan rakyat Palestina dan atas nama semua pencari kebebasan dunia, saya mengumumkan dari Lapangan Azadi di Teheran bahwa kami tak akan pernah mengakui Israel," cetus Haniya di depan massa yang menyemut.
"Perlawanan akan terus berlangsung sampai seluruh tanah Palestina, termasuk Al-Quds (Yerusalem), telah dibebaskan dan semua pengungsi telah kembali," tandasnya.
Menurut media Iran, Press TV, jutaan warga Iran di dalam dan luar negeri hari ini menggelar demonstrasi dan seremoni untuk memperingati 33 tahun Revolusi Islam.
Pada tahun 1979 silam atau 33 tahun lampau, rakyat Iran berhasil menggulingkan rezim Pahlevi yang didukung Amerika Serikat. Revolusi besar itu mengakhiri kekuasaan monarki di Iran yang telah berlangsung selama sekitar 2.500 tahun.
(ita/ita)










































