Departemen Kehakiman AS dalam statemennya seperti dilansir AFP, Sabtu (11/2/2012) menyatakan, Ulugbek Kodirov ditangkap dalam operasi penyamaran saat mencoba mendapatkan bahan peledak dan senjata api. Pemuda itu berumur 22 tahun.
Dalam sidang yang digelar di pengadilan federal Alabama, Kodirov mengaku bersalah atas satu dakwaan memberikan dukungan material untuk aktivitas teroris, satu dakwaan mengancam membunuh presiden dan satu dakwaan kepemilikan senjata api ilegal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pengakuannya, Kodirov mengaku telah berkomunikasi dengan seseorang yang diyakininya sebagai anggota Islamic Movement of Uzbekistan (IMU). Menurut pemuda Uzbekistan tersebut, dirinya menginterpretasi pembicaraan tersebut bahwa dia harus membunuh Presiden Obama.
Departemen Luar Negeri AS menganggap kelompok IMU sebagai organisasi teroris.
Kodirov juga mengaku dirinya membahas dengan orang lain mengenai keinginannya untuk membunuh Obama dan strategi untuk melakukan pembunuhan itu. Orang lain tersebut, yang dirahasiakan identitasnya oleh Departemen Kehakiman AS, mengenalkan Kodirov ke seorang agen AS yang menyamar. Dari agen AS itulah Kodirov ingin membeli senjata.
Keduanya bertemu pada Juli 2011 di sebuah motel di Leeds, Alabama. Kodirov pun membeli senapan mesin M15-A1 dan granat-granat tangan dari agen tersebut. Namun dia kemudian ditangkap sebelum meninggalkan motel tersebut.
Kodirov terancam hukuman penjara maksimum 30 tahun atas berbagai dakwaan untuknya.
(ita/ita)










































