Insiden itu terjadi di Kota Qatif pada Kamis, 9 Februari waktu setempat. Saat itu, pasukan Saudi menggunakan peluru tajam untuk membubarkan para demonstran.
Beberapa orang yang yang terluka dalam kejadian tersebut saat ini masih dalam kondisi kritis. Demikian seperti diberitakan media Press TV, Jumat (10/2/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga Saudi telah mulai melancarkan aksi demo di jalan-jalan sejak 2011 lalu. Dalam aksinya, mereka menuntut adanya kebebasan lebih besar dan keamanan finansial. Menurut pemberitaan media, pasukan rezim Saudi telah menewaskan setidaknya enam demonstran sejak November 2011 lalu.
Kelompok-kelompok HAM mengecam pemerintah Saudi atas kekerasan yang dilakukan terhadap para pengunjuk rasa dan menyerukan penyelidikan atas kematian para demonstran.
Organisasi Amnesty International dan Human Rights Watch juga menuding rezim Saudi membungkam perbedaan pendapat melalui intimidasi dan pelanggaran hak-hak dasar warga negara.
(ita/ita)











































