Pria bernama Hamza Kashgari itu ditahan setelah tiba di bandara internasional Malaysia pada Kamis, 9 Februari kemarin. Demikian disampaikan juru bicara kepolisian Malaysia, Ramli Yoosuf kepada kantor berita AFP, Jumat (10/2/2012).
"Kashgari ditahan di bandara begitu tiba, ini menyusul permintaan yang disampaikan kepada kami oleh Interpol setelah otoritas Saudi mengajukannya," ujar Ramli.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pekan lalu, bertepatan dengan Hari Maulid Nabi, pemuda berumur 23 tahun itu berkicau di Twitter-nya. "Saya mengasihi hal-hal tentang Anda dan saya membenci hal-hal tentang Anda dan banyak yang tak saya mengerti tentang Anda. Saya tak akan berdoa untuk Anda," demikian ditulis Kashgari di akun Twitter-nya.
Tweet kontroversial itu memicu sekitar 30 ribu respons. Kashgari kemudian meminta maaf atas kata-katanya itu. Namun hal itu belum mampu meredakan seruan publik untuk memancung kepala pemuda tersebut.
Sebuah komite ulama-ulama tinggi Saudi menyebut Kashgari "murtad" dan "kafir". Mereka mendesak agar dia diadili di pengadilan syariah Islam.
(ita/nrl)











































