Saat kejadian, gadis kecil tersebut sedang memotong rumput di hutan dekat rumahnya di Distrik Baitadi, di perbatasan dengan India.
"Warga setempat menemukan jasadnya robek terpotong-potong dan bagian bawah lehernya dimakan di kawasan hutan kemarin," kata Bishnu Bahadur Karki, seorang polisi setempat kepada kantor berita AFP, Kamis (9/2/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Macan tutul itu terus memakan korban dan meneror warga desa Pancheshwor. Kami meminta kantor kehutanan distrik untuk mengizinkan kami membunuh hewan tersebut. Tapi mereka menolak, dengan alasan bahwa tidak ada hukum yang memberikan izin tersebut," ujar Karki.
"Permintaan kami agar macan tutul tersebut diserahkan ke kebun binatang juga ditolak. Penduduk desa dan polisi sedang berusaha keras untuk menangkap macan tutul itu," imbuhnya.
Warga desa mengklaim, tiga orang lainnya telah tewas diserang macan tutul itu di pemukiman terdekat di daerah perbatasan India.
"Kami takut berjalan sendiri," tutur Shiva Singh Saud, kepala sekolah SD setempat, seperti dikutip surat kabar Republica yang berbasis di Kathmandu.
"Akan lebih banyak orang yang mungkin diserang jika macan tutul itu tidak dikendalikan secepatnya," cetusnya.
(ita/ita)










































