AS Pernah Tawarkan Suaka Politik ke Mubarak & Keluarga

AS Pernah Tawarkan Suaka Politik ke Mubarak & Keluarga

- detikNews
Kamis, 09 Feb 2012 12:47 WIB
AS Pernah Tawarkan Suaka Politik ke Mubarak & Keluarga
Kairo - Suzanne Mubarak, istri mantan diktator Mesir, Hosni Mubarak menerbitkan sebuah buku tentang kisah hidupnya menjelang sang suami lengser. Namun terungkap juga fakta-fakta mengejutkan saat hari-hari terakhir Mubarak menjabat.

Salah satunya soal tawaran suaka politik dari pemerintah Amerika Serikat (AS). Suaka politik ditawarkan AS untuk Mubarak dan keluarganya di saat Mesir bergejolak. Tawaran semacam ini juga diberikan oleh sejumlah negara lain.

"AS, Arab Saudi, Uni Emirat, Bahrain, dan Kuwait menawarkan suaka politik untuk suamiku dan seluruh keluarganya pada awal Februari 2011. Tapi ketika dia mengundurkan diri pada 11 Februari, semua tawaran tersebut tiba-tiba dibatalkan," ungkap Suzanne seperti dikutip oleh media Mesir, EGYnews dan dilansir oleh The Times of India, Kamis (9/2/2012).

"Pada 1 Februari, dalam sambungan telepon dengan Barack Obama, suamiku setuju untuk mengundurkan diri, tapi dia enggan membuat pengumuman pribadi. Dia juga meminta jaminan secara tertulis bahwa tidak akan terjadi apapun terhadap dirinya dan keluarganya. Jaminan tersebut akhirnya diberikan oleh utusan khusus dari AS," jelas wanita berusia 70 tahun ini.

Utusan khusus dari AS datang ke Kairo, Mesir pada awal Februari 2011 dengan membawa semua dokumen yang diperlukan untuk pergi meninggalkan Mesir. Namun kemudian Mubarak menolak untuk pergi ke luar negeri.

Menurut Suzanne, Mubarak akhirnya mengambil keputusan untuk mundur dari jabatannya. Keputusan akhir tersebut dibantu oleh putra tertuanya Alaa.

Buku tersebut diberi judul 'Egypt’s First Lady: 30 Years on the Throne of Egypt'.
Memoar ini tidak hanya berisi soal kondisi politik Mesir jelang Mubarak lengser, namun juga soal pengalaman-pengalaman pribadi serta kecintaan Suzanne terhadap perhiasan dan seni.

Dalam memoar ini, Suzanne juga menceritakan masa kecilnya dan juga kegemarannya terhadap novel karya Agatha Christie dan film-film karya Alfred Hitchcock. Dengan banyak terinspirasi oleh dua seniman Inggris tersebut, Suzanne remaja mulai menulis kisah cerita horor untuk menakuti teman-teman sekolahnya saat itu.

Diceritakan juga ketertarikan Suzanne terhadap balet dan cita-citanya menjadi seorang pramugari. Kecintaannya berada di udara menjadi salah satu alasan mengapa dia tertarik dengan seorang pilot bernama Hosni Mubarak.

Memoar ini awalnya merupakan tulisan jurnal yang ditulis Suzanne dalam Bahasa Arab. Namun kemudian diterjemahkan oleh seorang penerjemah profesional asal Libanon yang tinggal dan bekerja di Departemen Penerjemahan Scotland Yard, Kepolisian Inggris. Dijadwalkan memoar ini akan dirilis dalam waktu dekat oleh penerbit terbesar asal Scotlandia, Canongate Books.


(nvc/ita)


Berita Terkait