Seperti diberitakan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB, Ban Ki-moon mengatakan rencananya untuk menghidupkan kembali misi pemantauan tersebut dalam kerjsama antara PBB dan Liga Arab.
Liga Arab menunda kerja para pemantaunnya di Suriah pada 28 Januari lalu menyusul meningkatnya kekerasan yang dilakukan oleh pasukan Presiden Bashar al-Assad di kota-kota para demosntran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia memberitahu saya bahwa dia berniat mengirimkan misi pengamat Liga Arab kembali ke Suriah dan meminta bantuan PBB," kata Ban Ki-moon seperti diberitakan AFP, Kamis (9/2/2012).
"Lebih lanjut ia menyarankan agar kita mempertimbangkan misi pengamatan bersama di Suriah, termasuk utusan khusus bersama." tambahnya.
Ban Ki-Moon juga mengutuk kegagalan 15 negara dewan untuk menyetujui resolusi tentang Suriah. Ban ki-Moon mengatakan kegagalan itu telah 'bencana' bagi orang-orang di negara itu.
Rusia dan Cina memveto resolusi Suriah mendukung rencana Liga Arab untuk mengakhiri tindakan keras mematikan.
"Hal itu telah mendorong pemerintah Suriah untuk meningkatkan perang terhadap rakyatnya sendiri," kata Ban ki-Moon menanggapi hasil tersebut.
(fiq/mok)











































