Senjata api jenis pistol dan revolver ini dilemparkan ke dalam perapian di ibukota Kingston pada hari Rabu waktu setempat. Pemusnahan senjata itu disaksikan para polisi dan para pejabat pemerintah dan badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Seperti diberitakan BBC News, Rabu (8/2/2012), Jamaika tercatat sebagai salah satu negara yang memiliki tingkat kejahatan bersenjata tertinggi di dunia. Kelompok kriminal di negara tersebut sering dipersenjatai dengan pistol dan revolver tersebut, sama seperti aparat kepolisian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri Keamanan Nasional, Peter Bunting, mengatakan program itu merupakan langkah pertama untuk mengurangi stok senjata ilegal di wilayah kepulauan Karibia itu.
"Pemusnahan ini akan membantu mengurangi risiko senjata-senjata ini dialihkan kembali ke perdagangan gelap," katanya.
Menurut koordinator PBB, William Godnick, pemusnahan senjata api ini merupakan "awal dari proses panjang di mana kami berharap program ini dapat menekan perdagangan senjata dengan kuantitas yang jauh lebih besar."
Dalam beberapa hari ke depan, sekitar 2 ribu senjata api lainnya juga akan dihancurkan. Selama ini sebanyak 70-80 persen penembakan fatal di Jamaika telah dikaitkan dengan geng-geng kriminal yang kekuatan senjatanya seimbang dengan kepolisian.
(ita/ita)











































