Dua hari sudah gempa berkekuatan 6,7 Skala Richter (SR) menghancurkan rumah-rumah, jembatan dan menimbulkan tanah longsor di Pulau Negros, Filipina tengah. Tanpa alat-alat berat, tim SAR terus mencari para korban hilang di antara reruntuhan bangunan.
"Tolong jangan menyerah, tolong teruslah mencari," pinta seorang ibu rumah tangga, Virginsita Magalso sambil terus menangis seperti diberitakan AFP, Rabu (8/2/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Magalso, ibunya yang berumur 68 tahun, kakak laki-lakinya beserta istrinya dan dua anak mereka termasuk di antara mereka yang tertimbun longsoran bukit yang menimpa rumah-rumah di daerah pertanian La Libertad, Negros. Hingga kini mereka belum ditemukan.
Menurut data resmi pemerintah, sejauh ini jumlah korban jiwa akibat gempa mencapai 26 orang. Sementara 71 orang lainnya belum ditemukan. Mereka tertimbun tanah longsor di La Libertad dan Guihulngan.
Tim SAR sejauh ini belum berhasil menemukan satu orang pun yang hilang tersebut. "Sejauh ini tak satu pun dari korban yang hilang ditemukan," kata Walikota Guihulngan, Ernesto Reyes.
(ita/nrl)











































