Aksi mogok yang diprakarsai oleh serikat dagang terbesar di Israel, Histadrut tersebut dimulai pada pukul 06.00 waktu setempat. Demikian seperti diberitakan radio publik Israel dan dilansir AFP, Rabu (8/2/2012).
Aksi mogok ini dilakukan oleh para pekerja rumah sakit, bank-bank, perkantoran, perusahaan listrik nasional, bursa Tel Aviv Stock Exchange, serta pekerja-pekerja pelabuhan dan layanan kereta api.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah sekolah juga terkena dampak pemogokan ini. Namun layanan bus-bus di sebagian besar kota-kota tak akan terkena dampak pemogokan massal ini.
Aksi mogok ini dilakukan setelah pembicaraan antara Histadrut dan Kementerian Keuangan Israel mengenai hak-hak pekerja kontrak, gagal mencapai kesepakatan. Histadrut menuntut agar seluruh pekerja kontrak mendapatkan hak-hak yang sama dengan pekerja tetap.
Asosiasi tersebut mengklaim, jumlah pekerja kontrak yang direkrut pemerintah telah membengkak dalam beberapa tahun terakhir. Para pekerja kontrak tersebut bisa dipecat sewaktu-waktu tanpa peringatan. Mereka juga hanya mendapatkan tunjangan dan liburan yang minim.
Pemerintah Israel telah menyatakan bersedia untuk membuat beberapa konsesi mengenai status pekerja kontrak. Namun Israel menolak memberikan hak-hak yang sama kepada pekerja kontrakan. Alasannya, hal itu akan mendatangkan bencana ekonomi bagi pemerintah Israel.
(ita/nrl)











































