"Kami berhasil menemukan 2 jasad pada malam tadi. Keduanya yakni seorang pria berusia 50 tahun dan seorang wanita berumur 38 tahun," tutur juru bicara tim penyelamat, Jaber Hussain seperti dilansir oleh AFP, Rabu (8/2/2012).
"Sejauh ini, 21 jasad sudah berhasil dievakuasi dari reruntuhan. Korban tewas terdiri atas 4 anak-anak, 16 perempuan dan seorang laki-laki," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan seorang remaja putra berusia 13 tahun masih dalam kondisi kritis di rumah sakit, pasca diselamatkan dari reruntuhan pada tengah malam.
"Kami diberitahu bahwa masih ada beberapa orang yang terjebak di dalam. Mereka masih hidup dan orang-orang mendengar teriakan mereka. Tapi kami tidak tahu pasti berapa jumlahnya," ucap Hussain.
Hingga saat ini, tim masih melanjutkan pencarian korban. Diharapkan, misi pencarian bisa selesai pada Rabu (8/2) waktu setempat.
"Ini adalah pekerjaan besar. Kami mendengar bahwa otoritas setempat menerjunkan peralatan tambahan dan alat-alat berat untuk mengangkat reruntuhan. Operasi ini mungkin berlangsung hingga malam hari," tandasnya.
Bangunan pabrik terbesar kedua di Kota Lahore, Pakistan itu runtuh akibat ledakan. Diduga ledakan tersebut dipicu oleh gas pada salah satu alatnya.
Pabrik yang memproduksi obat-obatan untuk kedokteran hewan tersebut pernah ditutup sebanyak tiga kali, tetapi akhirnya dibuka kembali. Pabrik berlantai 3 tersebut diketahui dimiliki oleh seorang politisi lokal Pakistan. Dia disebut-sebut telah menggunakan pengaruhnya untuk membuka kembali pabrik itu meski mendapatkan teguran dari warga sekitar pabrik.
(nvc/ita)










































