Dalam pernyataannya seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (8/2/2012), Jaksa Agung menyatakan, para jaksa berencana untuk melakukan inspeksi layanan neonatologi di Rumah Sakit Pusat Maracay di negara bagian Aragua, Venezuela utara. Tujuannya, untuk meninjau kembali unsur-unsur dalam penyelidikan kriminal terkait dengan kematian bayi-bayi yang terjadi antara Kamis, 2 Februari dan Minggu 5 Februari lalu waktu setempat.
Informasi awal yang didapat dari dinas kesehatan adalah kesebelas bayi tersebut lahir prematur dengan berat badan antara 700 gram dan 1.000 gram. Kondisi itu meningkatkan risiko tertularnya penyakit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laporan laboratorium tersebut diharapkan bisa untuk memverifikasi ada tidaknya tiga jenis bakteri yang dikenal sebagai Enterococcus, Pseudomonas aeruginosa dan Kebsiella yang bisa mengancam kesehatan bayi baru lahir.
(ita/ita)











































