"Akan lebih baik bagi negara dalam situasi saat ini jika saya mengundurkan diri. Saya tak ingin memimpin negara dengan tangan besi. Saya mengundurkan diri," ujar Nasheed dalam konferensi pers yang disiarkan televisi nasional seperti dilansir AFP, Selasa (7/2/2012).
"Saya mundur karena saya bukan orang yang ingin memerintah dengan menggunakan kekuatan," katanya. "Saya yakin jika pemerintah ini terus berkuasa maka itu akan membutuhkan penggunaan kekerasan yang akan membahayakan banyak warga negara," imbuh Nasheed.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi demo tersebut dipicu oleh kemarahan warga atas penangkapan seorang hakim terkemuka di negeri yang dikenal akan resor-resor pantainya yang indah itu. Penangkapan tersebut dilakukan atas perintah Nasheed.
Juru bicara militer Kolonel Abdul Raheem Abdul Latheef mengatakan, sebelum aksi pendudukan stasiun TV, pasukan Maladewa telah menggunakan gas air mata dan peluru karet dalam bentrokan dengan para demonstran dan polisi yang berkumpul di luar markas besar militer.
Presiden Nasheed kini menyerahkan tampuk kepemimpinan ke Wakil Presiden Mohamed Waheed Hassan Manik. Nasheed merupakan presiden Maladewa pertama yang terpilih secara demokratis dalam pemilihan presiden tahun 2008 lalu.
(ita/ita)











































