Menurut Wakil Komisaris Kepolisian Lahore, Ahad Cheema, diduga ada sekitar 62 orang yang berada di pabrik tersebut saat kejadian. Mereka termasuk sejumlah perempuan dan anak-anak. Sejauh ini 14 orang telah berhasil dikeluarkan. Tim penyelamat masih berusaha menyelamatkan 40 korban lainnya yang masih terjebak.
Dua rumah yang berada di dekat pabrik itu juga roboh setelah ledakan yang meruntuhkan gedung pabrik tersebut. Para petugas penyelamat bersama-sama warga setempat dan pihak yang berwenang saat ini berusaha mendatangkan crane ke lokasi kejadian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada dua pria yang bersama saya dan mereka mencoba melarikan diri. Saya tidak tahu mereka ada di mana dan apakah masih hidup," tambahnya.
Para relawan dan petugas penyelamat menggunakan palu, kapak, pahat dan sekop untuk menggeser reruntuhan bangunan dan mengeluarkan para korban.
Menurut Ahad Cheema, pabrik itu sebelumnya pernah ditutup sebanyak tiga kali tetapi tetap dibuka kembali. Polisi menyebut runtuhnya pabrik itu disebabkan oleh ledakan gas. Seorang warga setempatlokal, Munawar Ali mengatakan, pabrik tersebut dimiliki oleh seorang politisi lokal Pakistan. Dia telah menggunakan pengaruhnya untuk membuka kembali pabrik itu meski mendapatkan teguran dari para tetangga pabrik.
(fiq/ita)











































