"Saya hidup sebagai lesbian, karena itu dia memperkosa saya," cetus Cekiso seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (7/2/2012).
"Dia bilang ke saya bahwa seorang wanita melakukan ini dengan pria, bukan dengan wanita," kata wanita berumur 29 tahun itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nasib yang dialami Cekiso di Afrika Selatan (Afsel) itu juga dialami oleh para lesbian lainnya di negeri tersebut. Kaum lesbian kerap menjadi target pemerkosaan.
"Saya diserang, saya pikir sekitar empat kali," kata Lindeka Stulo, wanita Afsel lainnya, yang harus dirawat di rumah sakit selama sebulan karena mengalami patah kaki setelah pemerkosaan brutal yang dialaminya.
"Saat mereka menyerang saya, mereka bilang saya harus berubah, bahwa saya ini wanita, saya tak bisa mengencani wanita lain, jadi mereka ingin menunjukkan ke saya bahwa saya wanita," cetus wanita berumur 25 tahun itu.
Aksi pemerkosaan terhadap lesbian itu bertolak belakang dengan sikap resmi pemerintah Afsel yang mendukung hak-hak kaum gay. Pada tahun 2006, Afsel bahkan menjadi negara kelima di dunia dan satu-satunya di Afrika yang mengesahkan pernikahan sesama jenis.
Atas tren pemerkosaan di banyak kota tersebut, pemerintah Afsel telah membentuk tim satgas untuk memberantas kejahatan tersebut.
(ita/nrl)











































