Akibatnya, warga harus berjalan berkilo-kilo meter untuk sampai ke rumah mereka. Jembatan itu pun kini sedang dianalisis apakah masih cukup aman dilintasi.
Derasnya arus air memang sudah jauh menurun jika dibandingkan hari-hari sebelumnya. Namun, hingga saat ini belum bisa dipastikan seberapa besar kerugian yang timbul akibat banjir tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita memberikan fokus untuk jembatan yang terdapat di sungai Maranoa itu. Kita harus pastikan dalam keadaan aman ketika nantinya kembali difungsikan," terang seorang petugas di instansi itu.
"Pemeriksaan awal telah menunjukkan kerusakan parah pada bagian atas jembatan, termasuk besi jembatan juga telah hancur. Selain itu banyak pula patahan dahan pohon-pohon yang terseret air tersangkut di jembatan itu," tambahnya.
Selain itu, pemerintah setempat juga melakukan pengecekan terhadap jembatan lain yang juga digunakan untuk perlintasan rel kereta api. Tujuannya juga untuk memeriksa apakah jembatan tersebut masih cukup layak untuk digunakan.
"Kami juga melakukan pemeriksaan pada jembatan untuk rel kereta api, apakah masih aman digunakan sejak banjir melanda daerah itu," tambahnya.
Sungai Maranoa memiliki panjang 6,2 meter terdapat di kota Mitchell. Meski genangan air di jembatan itu cukup tinggi, Walikota Mitchell Robert Loughnan mengatakan, jembatan itu masih dibuka untuk keadaan darurat dan pejalan kaki. Sedangkan untuk kendaraan umum, masih ditutup.
(lia/nrl)











































