Cuaca Dingin Eropa Telan 164 Jiwa, Banyak Gelandangan Mati Membeku

Cuaca Dingin Eropa Telan 164 Jiwa, Banyak Gelandangan Mati Membeku

- detikNews
Jumat, 03 Feb 2012 13:34 WIB
 Cuaca Dingin Eropa Telan 164 Jiwa, Banyak Gelandangan Mati Membeku
Kiev - Korban jiwa akibat suhu dingin ekstrem yang menerjang Eropa terus bertambah. Sejauh ini sudah 164 orang dilaporkan tewas, tersebar di beberapa tempat mulai dari Ukraina hingga Italia. Banyak gelandangan yang mati membeku di jalanan.

Banyak akses ke wilayah desa-desa di Timur Eropa terputus. Masyarakat pun terisolasi. Sementara jalan, jaringan udara dan kereta api juga terputus. Konsumsi gas pun terus mengalami lonjakan di beberapa daerah selama musim dingin terberat dalam dekade terakhir ini.

Di Ukraina, puluhan ribu orang pindah ke tempat penampungan untuk menghindari kedinginan. Kementerian Bencana Ukraina mengatakan 63 orang tewas akibat cuaca ekstrim ini. Kebanyakan dari mereka mati membeku di jalan-jalan dan beberapa orang lainnya mengalami hipotermia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sembilan orang tewas di wilayah selatan Polandia saat suhu udara mencapai titik minus 32 derajat Celcius. Total 29 orang meninggal sejak cuaca dingin dimulai pada pekan lalu. Otoritas cuaca di London, Inggris, memperingatkan cuaca dingin akan terus berlanjut di banyak daerah.

Badan ini menyebutkan hujan salju diperkirakan akan turun di wilayah Kiev, Ukraina pada Jumat malam waktu setempat. Badan Inggris tersebut juga meramalkan suhu minus 10 derajat Celcius akan terjadi di Berlin, Jerman. Salju juga diperkirakan akan turun di berbagai wilayah di Inggris pada akhir pekan ini.

Organisasi Palang Merah Internasional (IFRC) dan Bulan Sabit Merah mengingatkan bahwa para gelandangan paling berisiko atas cuaca dingin ekstrem di Eropa.

"Para gelandangan yang terperangkap tidak siap. Mereka tidak mengikuti perkembangan lebih jauh tentang prakiraan cuaca dan sangat rentan," kata perwakilan IFRC untuk Belarusia dan Ukrania, Zlatko Kovac seperti dilansir AFP, Jumat (3/2/2012). Bulan Sabit Merah menolong dengan memberikan makanan hangat, baju hangat dan jaket.

Di beberapa negara Eropa lainnya, seperti di Rumania, Kementerian Kesehatan menyatakan, delapan orang meninggal semalam. Total keseluruhan korban jiwa di negara itu mencapai 22 orang. Beberapa sekolah di negara itu pun ditutup. Di Bulgaria, media melaporkan 10 orang tewas.


(fiq/ita)


Berita Terkait