Banyak akses ke wilayah desa-desa di Timur Eropa terputus. Masyarakat pun terisolasi. Sementara jalan, jaringan udara dan kereta api juga terputus. Konsumsi gas pun terus mengalami lonjakan di beberapa daerah selama musim dingin terberat dalam dekade terakhir ini.
Di Ukraina, puluhan ribu orang pindah ke tempat penampungan untuk menghindari kedinginan. Kementerian Bencana Ukraina mengatakan 63 orang tewas akibat cuaca ekstrim ini. Kebanyakan dari mereka mati membeku di jalan-jalan dan beberapa orang lainnya mengalami hipotermia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Badan ini menyebutkan hujan salju diperkirakan akan turun di wilayah Kiev, Ukraina pada Jumat malam waktu setempat. Badan Inggris tersebut juga meramalkan suhu minus 10 derajat Celcius akan terjadi di Berlin, Jerman. Salju juga diperkirakan akan turun di berbagai wilayah di Inggris pada akhir pekan ini.
Organisasi Palang Merah Internasional (IFRC) dan Bulan Sabit Merah mengingatkan bahwa para gelandangan paling berisiko atas cuaca dingin ekstrem di Eropa.
"Para gelandangan yang terperangkap tidak siap. Mereka tidak mengikuti perkembangan lebih jauh tentang prakiraan cuaca dan sangat rentan," kata perwakilan IFRC untuk Belarusia dan Ukrania, Zlatko Kovac seperti dilansir AFP, Jumat (3/2/2012). Bulan Sabit Merah menolong dengan memberikan makanan hangat, baju hangat dan jaket.
Di beberapa negara Eropa lainnya, seperti di Rumania, Kementerian Kesehatan menyatakan, delapan orang meninggal semalam. Total keseluruhan korban jiwa di negara itu mencapai 22 orang. Beberapa sekolah di negara itu pun ditutup. Di Bulgaria, media melaporkan 10 orang tewas.
(fiq/ita)











































