Insiden ini merupakan serangan kedua dalam 48 jam terakhir di wilayah tersebut. Menurut Walikota Villa Rica, Juam Gullermo Mina, beberapa orang tewas dalam ledakan itu. Termasuk, seorang komandan polisi dan tiga warga sipil.
Serangan bom itu menghancurkan sebuah pos polisi dan beberapa toko yang berada di dekatnya. "Kami tidak pernah mengalami insiden seperti ini dan saya harap insiden ini tidak pernah terjadi lagi," kata Mina seperti diberitakan AFP, Jumat (3/2/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah Kolombia menyalahkan pemberontak sayap kiri Revolutionary Armed Forces of Colombia (FARC) atas serangan tersebut. Presiden Kolombia Juan Manuel Santos yang melakukan perjalanan ke Tumaco, mengatakan dirinya akan meningkatkan pasukan keamanan di wilayah tersebut.
"Tidak ada pembenaran untuk serangan ini dan apa yang mereka lakukan membuat semua kemungkinan perdamaian menjadi sulit," ujar Santos.
Santos mengatakan Tumaco sudah sangat menderita karena menjadi "pusat strategis untuk terorisme narkotika". Santos pun mengumumkan akan segera mengirimkan 2.500 tentara dan marinir, serta 300 petugas kepolisian ke kota tersebut.
Menteri Pertahanan Kolombia Carlos Pinzon mengatakan, serangan ke Tumaco dilakukan oleh kelopok gerilyawan FARC yang merupakan aliansi dari Los Rastrajos, sebuah geng kriminal yang terdiri dari mantan pengedar narkoba dan mantan sayap kanan pejuang paramiliter. FARC didirikan pada tahun 1964 dan diperkirakan memiliki 8.000 anggota di Kolombia.
(fiq/ita)











































