Bom Mobil Tewaskan 6 Orang di Kolombia

Bom Mobil Tewaskan 6 Orang di Kolombia

- detikNews
Jumat, 03 Feb 2012 11:28 WIB
 Bom Mobil Tewaskan 6 Orang di Kolombia
Tumaco - Sebuah bom mobil meledak di dekat kantor polisi di sebelah barat daya Kolombia. Ledakan tersebut menewaskan 6 orang dan melukai 30 orang lainnya.

Insiden ini merupakan serangan kedua dalam 48 jam terakhir di wilayah tersebut. Menurut Walikota Villa Rica, Juam Gullermo Mina, beberapa orang tewas dalam ledakan itu. Termasuk, seorang komandan polisi dan tiga warga sipil.

Serangan bom itu menghancurkan sebuah pos polisi dan beberapa toko yang berada di dekatnya. "Kami tidak pernah mengalami insiden seperti ini dan saya harap insiden ini tidak pernah terjadi lagi," kata Mina seperti diberitakan AFP, Jumat (3/2/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aksi bom mobil ini terjadi setelah sehari sebelumnya serangan bom menghantam sebuah kantor polisi di sebelah barat daya kota pelabuhan Tumaco. Sembilan orang tewas dan 69 lainnya luka-luka dalam insiden itu. Ini merupakan serangan bom ketiga di Tumaco pada tahun ini.

Pemerintah Kolombia menyalahkan pemberontak sayap kiri Revolutionary Armed Forces of Colombia (FARC) atas serangan tersebut. Presiden Kolombia Juan Manuel Santos yang melakukan perjalanan ke Tumaco, mengatakan dirinya akan meningkatkan pasukan keamanan di wilayah tersebut.

"Tidak ada pembenaran untuk serangan ini dan apa yang mereka lakukan membuat semua kemungkinan perdamaian menjadi sulit," ujar Santos.

Santos mengatakan Tumaco sudah sangat menderita karena menjadi "pusat strategis untuk terorisme narkotika". Santos pun mengumumkan akan segera mengirimkan 2.500 tentara dan marinir, serta 300 petugas kepolisian ke kota tersebut.

Menteri Pertahanan Kolombia Carlos Pinzon mengatakan, serangan ke Tumaco dilakukan oleh kelopok gerilyawan FARC yang merupakan aliansi dari Los Rastrajos, sebuah geng kriminal yang terdiri dari mantan pengedar narkoba dan mantan sayap kanan pejuang paramiliter. FARC didirikan pada tahun 1964 dan diperkirakan memiliki 8.000 anggota di Kolombia.

(fiq/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads