Menurut Lembaga Keselamatan Maritim Australia (AMSA), kapal tersebut tenggelam saat berjarak 16 kilometer dari lepas pantai dan para korban yang selamat telah berada di sebelah timur Kota Lae.
"Lima kapal, dengan total 238 korban yang berada di atas kapal, melanjutkan pejalan menuju Lae dengan kapal yang pertama tiba lama setelah pukul 01.00 dini hari," ujar AMSA, seperti diberitakan AFP,Jumat (3/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
AMSA menambahkan, tiga kapal masih berada di tempat kejadian untuk melanjutkan pencarian dan dibantu oleh dua pesawat Australia dan dua helikopter lokal.
Pemilik kapal mengatakan pihaknya kehilangan kontak dengan MV Rabaul Ratu saat melakukan perjalanan antara Kimbe dan Lae.
Dalam sebuah pernyataan pemilik kapal, terdapat 350 penumpang dan 12 awak yang berada di atas kapal buatan Jepang itu. Para penumpang adalah penduduk lokal Papua Nugini dan pelajar yang hendak menuju Lae.
Perusahaan itu menyatakan masih belum mengetahui secara pasti penyebab kapal tersebut tenggelam. "Diketahui bahwa kapten feri rutin melakukan kontak dengan kapal lain sebelum tenggelam," demikian pernyataan perusahaan tersebut.
"Tampaknya tidak ada indikasi gangguan selama komunikasi ini," imbuhnya. Dikatakannya, mereka mulai sadar ada yang tidak beres saat kapal tidak terlihat di dalam radar.
(fiq/rdf)










































