Menurut keterangan komandan militer wilayah setempat, Mayor Jenderal Noel Coballes, ketiga orang itu termasuk di antara 15 militan yang tewas di Jolo. Jolo merupakan pulau yang dipenuhi hutan-hutan di mana para anggota Abu Sayyaf diduga menyandera sejumlah warga asing yang mereka culik.
"Pasukan kami di lapangan telah mengkonfirmasi tewasnya 15 anggota Abu Sayyaf dan JI, termasuk Zulkifli bin Hir Abdul alias Marwan, Mohammad Ali alias Muawiyah, dan pemimpin Abu Sayyaf, Abu Pula," kata Coballes.
Zulkifli adalah pemimpin JI di Malaysia, kelompok militan yang dituduh melakukan serangan terorisme mematikan di Asia Tenggara, termasuk pemboman di Bali pada tahun 2002 yang menewaskan lebih dari 200 orang tewas.
Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah menawarkan hadiah uang US$ 5 juta untuk menangkap Zulkifli.
Seorang perwira intelijen Filipina mengatakan,, Muawiyah yang memiliki banyak nama samaran adalah anggota JI Singapura yang melarikan diri ke Filipina tak lama setelah kasus bom Bali.
Sedangkan Abu Pula, warga negara Filipina, adalah pendiri dan salah satu tokoh paling senior dari kelompok Abu Sayyaf. Abu Sayyaf didirikan di Filipina selatan pada tahun 1990-an dengan kucuran dana dari jaringan Al-Qaeda pimpinan Osama bin Laden.
Kelompok Abu Sayyaf dituding mendalangi serangan-serangan teroris terburuk di Filipina, termasuk pemboman sebuah kapal feri di Manila yang menewaskan lebih dari 100 orang. Abu Sayyaf juga bertanggung jawab atas serentetan penculikan di wilayah Filipina selatan.
(fiq/ita)











































