Seperti dilansir oleh AFP, Kamis (2/2/2012), musim dingin yang terjadi di Jepang kali ini diklaim sebagai yang paling dingin dalam beberapa tahun terakhir.
Dari total korban tewas, sekitar 43 orang di antaranya tewas ketika berusaha membersihkan salju dari atap rumah atau jalanan. Sedangkan sekitar 7 orang lainnya tewas karena kejatuhan timbunan salju dari bangunan ataupun struktur bangunan lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepolisian setempat dan petugas penyelamat masih melakukan pencarian korban longsor. Dikhawatirkan masih ada korban yang tertimbun longsoran salju tersebut.
Cuaca ekstrem yang sudah terjadi selama beberapa minggu terakhir ini, juga memakan satu korban jiwa di wilayah lain. Namun tidak dijelaskan lebih lanjut penyebab kematiannya.
Hujan salju lebat ini telah menutupi sebagian besar wilayah utara Pulau Hokkaido dan Pulau Honshu. Salju lebat ini memutus sebagian akses transportasi di wilayah-wilayah tersebut, akibat jalanan tertimbun salju tebal. Di perfektur Aomori, dilaporkan lebih dari 100 mobil terjebak di jalanan akibat salju tebal.
Di wilayah Sukayu, perfektur Aomori, suhu udara mencapai minus 9,2 derajat Celcius dengan ketebalan salju hingga 4,29 meter. Di perfektur Yamagata dan Niigata, tercatat ketebalan salju mencapai 3 meter. Kondisi mengerikan ini berujung pada pembatalan sejumlah penerbangan dan layanan kereta api, bahkan termasuk sebagian layanan kereta peluru shinkansen.
(nvc/ita)











































