Kematian ini merupakan yang kedua kalinya terjadi dalam waktu kurang dari sebulan di Vietnam. Wanita muda yang tidak disebutkan identitasnya ini berasal dari Provinsi Soc Trang, dekat Sungai Mekong.
Wanita ini meninggal dunia pada 28 Januari lalu. Hasil tes terhadap jasad korban menunjukkan bahwa ia memang meninggal karena terinfeksi virus H5N1.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kewaspadaan terhadap penyebaran virus flu burung terus meningkat di wilayah Asia, seperti China, Kamboja dan Indonesia. Di wilayah-wilayah tersebut telah terdapat korban tewas akibat flu burung pada tahun ini. Otoritas Vietnam juga telah memusnahkan ribuan unggas yang berada di wilayah yang dikhawatirkan terinfeksi virus ini.
Pada 11 Januari lalu, seorang peternak bebek di Provinsi Hau Giang tewas akibat flu burung. Kematiannya tercatat sebagai kematian pertama akibat flu burung di Vietnam sejak April 2010.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Vietnam tercatat sebagai salah satu negara dengan angka kematian akibat flu burung tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Sejak tahun 2003 silam, tercatat sudah 59 nyawa melayang akibat virus ini.
Virus flu burung diketahui telah menewaskan lebih dari 330 orang di seluruh dunia. Para ilmuwan khawatir jika virus ini bermutasi dan bisa menular dari manusia ke manusia. Jika itu terjadi, maka akan menimbulkan jumlah kematian yang lebih besar.
(nvc/ita)











































