"Pasukan militer Mesir telah ditempatkan di wilayah Port untuk mencegah terjadinya bentrokan lebih lanjut antara suporter sepakbola Al-Ahly dan Al-Masri," ujar laporan berita televisi setempat, seperti diberitakan Al-Ajazera, Kamis (2/2/2012).
Menteri Dalam Negeri Mesir, Mohamed Ibrahim mengatakan pihak militer telah menahan 47 orang yang berkaitan serangan ke dalam lapangan tersebut. Ibrahim juga menyebut banyaknya korban yang meninggal saat bentrokan di dalam stadion.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kejadian seperti ini bisa terjadi di mana saja di dunia. Tapi kami tidak akan melepaskan yang berada di balik kejadian ini pergi," kata Tantawi. Tantawi menambahkan para korban akan menerima biaya kompensasi setelah kasus tersebut selesai diselidiki.
"Kita akan melewati tahap ini. Mesir akan stabil. Kita memiliki rencana untuk mentransferkan kekuasaan dari warga sipil yang dipilih. Jika ada yang merencanakan ketidakstabilan di Mesir, mereka tidak akan berhasil. Setiap orang akan mendapatkan apa yang mereka layak dapatkan," terangnya.
Sekitar 1.000 orang juga terluka dalam bentrokan ini, termasuk polisi. Setidaknya dua pemain mengalami cedera ringan.
Kerusuhan ini terjadi di stadion Port Said setelah pertandingan Al-Ahly melawan tuan rumah Al-Masry. Kubu tuan rumah menang dengan skor 3-1.
Entah apa pemicunya, namun tak lama setelah pertandingan, para suporter dari kedua belah pihak saling serang dengan batu dan kursi.
(fiq/lia)











































