Polisi menangkap pemuda bernama Al Nayeem Jubaer tersebut di rumahnya di desa Horinakundu, sekitar 200 km dari ibukota Dhaka, pada Senin (30/1) kemarin. Penangkapan dilakukan pasca puluhan kader partai berkuasa marah atas postingan tersebut. Mereka pun menyerbu rumah Jubaer.
"Kami menangkapnya karena membuat pernyataan cabul soal ulang tahun Bangabandhu," tutur Kepala Kepolisian setempat, Abul Khaer kepada kantor berita AFP, Selasa (31/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun sayangnya, polisi enggan menjelaskan lebih detail soal isi pernyataan Jubaer yang memicu kontroversi tersebut. Ketika dicek hari ini oleh AFP, postingan tersebut sudah tidak tampak pada akun Facebook milik Jubaer.
"Kami juga telah mengetahui bahwa ayah Jubaer merupakan pejabat Jamaat-Islami (partai oposisi Bangladesh)," imbuh Khaer.
Menurut Khaer, Jubaer membantah pernyataan kontroversial tersebut ditulis olehnya. Kepada polisi, Jubaer berdalih bahwa akun Facebook-nya telah dibajak oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
Kasus semacam ini bukan yang pertama kalinya terjadi di Bangladesh. Pada awal Januari tahun ini, seorang pria Bangladesh berusia 29 tahun divonis 6 bulan penjara karena memposting pesan Facebook yang intinya berharap agar PM Bangladesh tewas dalam kecelakaan mobil.
(nvc/ita)










































