Namun, Gong Yifei (24) memilih pole dancing bukannya tanpa alasan. Dia ingin agar tarian ini bisa lebih dihormati sebagai sebuah seni.
"Saya kini berusia 24 tahun dan saya sudah suka menari sejak saya kecil," tutur Gong Yifei seperti dilansir BBC, Selasa (31/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya suka bagaimana pole dancing membentuk otot saya dan meningkatkan kepekaan irama saya," ucapnya.
Di sanggar tari tersebut, Gong berlatih dengan murid-murid yang sebagian besar perempuan. Namun, dia tidak merasa malu dengan hal tersebut.
"Tidak ada alasan untuk menilai bahwa pria kalah dengan wanita dalam hal menari. Terutama ketika berkaitan dengan pole dancing, di mana kekuatan maskulin sama pentingnya dengan fleksibilitas feminin," jelas Gong.
Selain sangat menggemari tarian ini, Gong juga memiliki harapan khusus agar pole dancing dipandang lebih terhormat. Sebab, selama ini tarian ini lebih sering dianggap sebagai tarian erotis yang cabul.
"Suatu hari, mungkin saya akan menjadi guru tari part-time. Saya akan membantu orang-orang untuk lebih memahami apa itu pole dancing. Saya berharap orang-orang bisa belajar untuk menerima dan menghormati seni menari pole dancing," tandasnya.
Sebelum beralih profesi, Gong telah bergabung dengan militer dan menjadi salah satu anggota militer China, People's Liberation Army sejak usia 18 tahun. Kemudian militer mengirimnya untuk bergabung dengan satuan Kepolisian. Karir Gong di Kepolisian tidaklah buruk, dia sempat mendapatkan promosi menjadi pemimpin pasukan menyusul keberhasilannya dalam operasi penyelamatan sandera.
(nvc/ita)











































