Haitham Maleh, anggota senior Dewan Nasional Suriah (SNC) mengatakan pada Daily Telegraph, Selasa (31/1/2012), Assad telah kehilangan kesempatan untuk keluar secara damai dari Suriah. Sebabnya, rezim Assad telah melakukan kekerasan terhadap para demonstran.
Maleh yang mantan hakim itu, memprediksi bahwa Assad beserta istri dan ketiga anaknya akan tewas sebagai balasan atas kegagalan Assad merespons tuntutan perubahan secara positif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dua bulan lalu kami menawarkan dia opsi untuk meninggalkan kami dan pergi namun dia malah terus mengejar darah rakyatnya. Akhir bagi dia adalah bahwa dia akan tewas seperti Khadafi," cetus pria berumur 80 tahun itu.
Sejak Maret 2011 lalu, aksi demo besar-besaran terjadi di Suriah untuk menuntut pengunduran diri Assad. Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan, sejauh ini lebih dari 5.400 orang telah tewas selama pergolakan yang terus berlangsung itu.
(ita/vta)











































