"Kami tetap pada roadmap yang digariskan pada KTT NATO di Lisbon pada bulan November 2010," kata Sekretaris Jenderal Anders Fogh Rasmussen seperti dikutip dari AFP, Selasa (31/1/2012).
Hal itu disampaikan Rasmussen kepada wartawan di markas besar NATO setelah melakukan pembicaraan dengan Presiden Rumania Traian Basescu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rasmussen tidak secara langsung menjawab pengumuman Presiden Prancis Nicolas Sarkozy pada hari Jumat lalu, bahwa negaranya akan membawa pulang pasukannya tahun depan setelah empat tentara Perancis tidak bersenjata dibunuh oleh seorang tentara Afghanistan.
Sarkozy juga mengatakan ia akan mendorong NATO untuk mempertimbangkan memindahkan semua operasi tempur untuk pasukan Afghanistan pada tahun 2013, bukan batas waktu yang dijadwalkan akhir 2014.
Menteri Pertahanan Prancis Gerard Longuet diharapkan menjelaskan keputusan negaranya pada pertemuan dengan rekan-rekan NATO di Brussels pada Kamis dan Jumat.
Rasmussen mengatakan, NATO mengharapkan transisi akhir provinsi dan kabupaten untuk tanggung jawab memimpin Afghanistan pada pertengahan 2013.
"Sejak saat itu kita bisa secara bertahap mengubah peran pasukan kami dari pertempuran untuk mendukung," katanya.
"Langkah dan ruang lingkup bahwa transformasi kekuatan kita tentu saja, sangat tergantung pada situasi keamanan di lapangan," ujarnya.
(did/did)











































