Ditegaskan Panetta, pemerintah AS tidak ingin Iran mengembangkan senjata nuklir. "Amerika Serikat -- presiden telah menjelaskan ini -- tidak menginginkan Iran mengembangkan senjata nuklir," kata Panetta dalam program "60 Minutes" di stasiun televisi CBS.
"Itu garis merah bagi kami. Dan itu jelas garis merah bagi Israel sehingga kami memiliki tujuan yang sama di sini," imbuh Panetta seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (30/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika ditanya apakah langkah itu juga mencakup aksi militer, Panetta berujar: "Tak ada opsi yang dikesampingkan."
"Konsensusnya adalah jika mereka (Iran) memutuskan untuk melakukan itu, kemungkinan butuh waktu setahun bagi mereka untuk bisa memproduksi sebuah bom dan kemudian kemungkinan satu atau dua tahun lagi untuk menempatkan bom itu pada wahana yang akan membawanya," kata Panetta.
Pada November 2011 lalu, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengeluarkan laporan terbaru mengenai program nuklir Iran. Disebutkan bahwa informasi intelijen yang dikumpulkan dari sekitar 10 negara dan sumber-sumber badan pengawas nuklir PBB itu menunjukkan, Iran telah melakukan kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan perangkat nuklir.
Pemerintah Iran bersikeras bahwa program nuklirnya semata-mata untuk tujuan damai, yakni sebagai pembangkit energi bagi kepentingan rakyat sipil.
(ita/vta)











































