Obama Disamakan dengan Kapten Pengecut 'Titanic' Italia

Obama Disamakan dengan Kapten Pengecut 'Titanic' Italia

- detikNews
Senin, 30 Jan 2012 11:37 WIB
Obama Disamakan dengan Kapten Pengecut Titanic Italia
Washington - Politisi Partai Republik Amerika Serikat melontarkan kata-kata pedas terhadap Presiden AS Barack Obama. Obama disamakan dengan kapten pengecut kapal 'Titanic' Italia, Fransesco Schettino.

Politikus Republik tersebut, Reince Priebus menyebut Obama sebagai kapten yang meninggalkan kapalnya, yakni rakyat AS.

"Dalam beberapa bulan terakhir, semuanya akan menjadi sejarah dan kita akan membahas soal Kapten Schettino kita, yakni Presiden Obama, yang telah meninggalkan kapalnya di sini, di AS dan lebih tertarik untuk berkampanye daripada melaksanakan tugasnya sebagai presiden," ujar Priebus yang juga Ketua Komite Nasional Republik kepada CBS dan dilansir oleh AFP, Senin (30/1/2012).

Saat itu, Priebus tengah dimintai komentar soal perebutan posisi oleh para kandidat Republik untuk melawan Obama dalam pemilu November mendatang. Saat diminta untuk memperjelas maksud pernyataannya tersebut, kata-kata Priebus kian menjadi-jadi. Dia menyebut Obama lebih memilih untuk berkampanye daripada melaksanakan tugasnya dan mempedulikan rakyatnya.

"Saya menyebutnya Kapten Schettino, Anda tahu, kapten yang kabur dari kapalnya di Italia. Seperti itulah presiden kita, dia melarikan diri dari rakyat AS dan tidak melakukan tugasnya dan malah berkeliling negeri untuk berkampanye," tegasnya

Kapten Schettino menjadi terkenal pasca insiden karamnya kapal pesiar mewah Italia, Costa Concordia di wilayah lepas pantai Giglio, Italia pada 13 Januari lalu. Sedikitnya 16 orang tewas dalam insiden itu. Schettino pun ditahan oleh polisi setempat dan dikenai dakwaan atas pembunuhan dan meninggalkan kapal saat proses evakuasi masih berlangsung. Rakyat Italia kecewa dengan sikap Schettino dan menjulukinya sebagai 'kapten pengecut'.

Disamakannya Obama dengan Schettino memicu amarah kalangan politisi Partai Demokrat. Komite Nasional Demokrat bahkan menyebut pernyataan Priebus itu sangat memalukan dan menyesatkan.


(nvc/ita)


Berita Terkait