Oposisi Minta Polisi Selidiki Insiden 'Sepatu Copot' PM Julia Gillard

Oposisi Minta Polisi Selidiki Insiden 'Sepatu Copot' PM Julia Gillard

- detikNews
Minggu, 29 Jan 2012 16:00 WIB
Oposisi Minta Polisi Selidiki Insiden Sepatu Copot PM Julia Gillard
Sydney - Insiden keamanan yang membuat PM Julia Gillard diamankan hingga sepatu kanannya copot, masih menjadi perdebatan politis di Australia. Pemimpin oposisi Tony Abbot mendesak agar kasus itu diselidiki oleh polisi.

Abbot menuturkan, merupakan tanggung jawab Gillard agar polisi mengadakan investigasi menyeluruh terhadap insiden yang dipicu oleh pengepungan para aktivis pejuang hak-hak warga Aborigin. Abbot menyebut insiden itu sebagai protes paling serius yang melibatkan pemimpin utama selama 30 tahun.

Pengepungan oleh pendemo itu terjadi saat Tony Abbot dan Gillard menghadiri acara Australia Day di Restoran Lobby di Canberra, Kamis (26/1/2012). Pendemo mengincar Abbot yang tampaknya menyebut "Kedubes Tenda Aborigin" -- yang digunakan untuk memperjuangkan hak suku Aborigin yang tersisih dan didirikan di depan gedung parlemen, sudah waktunya dienyahkan. Lokasi restoran itu hanya 50 meter dari "Kedubes Tenda Aborigin".

Dalam insiden tersebut, Gillard dan para politikus Australia lainnya berlari-lari meninggalkan restoran yang dikepung massa demonstran yang marah. Dengan raut wajah ketakutan, Gillard dirangkul dan ditarik oleh pengawal menuju ke mobilnya. Dalam insiden itu, Gillard sempat terpeleset dan sebelah sepatunya copot.

Sepatu terbuat dari kulit suede warna biru tersebut lantas ditemukan oleh seorang demonstran dan dilelang di situs eBay. Sepatu produksi dalam negeri Australia yang hanya sebelah kanan tersebut ditawar hingga Aus$ 2 ribu atau sekitar Rp 19 juta sebelum akhirnya ditutup. Pihak eBay menutupnya karena si penjual sepatu tidak bisa menunjukkan bahwa si pemilik memberikan izin untuk menjual sepatu tersebut.

Pada hari Jumat (27/1) sore, seorang penasihat media Gillard, Tony Hodges, mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab insiden itu. Hodges menyebut dialah yang memberikan informasi kepada seseorang bahwa pemimpin oposisi Tony Abbot dan Perdana Menteri akan menghadiri acara di satu restoran di Canberra.

Atas pengunduran diri itu, Abbot menuding bahwa Hodges tidak bertindak sendirian. Pada Sabtu (28/1), Gillard mengadakan jumpa pers dan menegaskan bahwa Hodges bertindak sendiri dalam mengungkapkan lokasi Abbot itu.

"Saya menjawab pertanyaan kemarin dan jawabannya adalah tidak, tidak ada pihak lain yang terlibat dalam keputusan itu (memberitahu lokasi Abbot)," kata Gillard di Melbourne seperti diberitakan The Australian.

Gillard menyebut, informasi acara di restoran itu disampaikan Hodges kepada seorang perempuan bernama Kim Sattler. Sattler disebut dekat dengan Partai Buruh, yang merupakan partai Julia Gillard, dan bekerja pada UnionsACT. Sattler diduga sebagai orang yang meneruskan informasi keberadaan Abbot pada aktivis "Kedubes Tenda Aborigin." Akibat pemberitahuan ini, 200-an aktivis langsung mendatangi Restoran Lobby.

Tak puas dengan hal itu, Abbot yang menuding kejadian itu telah disetting, mendorong penyelidikan menyeluruh.

"Satu-satunya cara untuk mengetahui dasar masalah ini adalah investigasi menyeluruh," kata Abbot di Sydney seperti diberitakan The Australian, Minggu (29/1/2012).

"Kim Sattler dan mantan staf PM (Hodges) harus membuat pernyataan di bawah sumpah dan pada waktu yang sama PM perlu memberitahu kami kata demi kata apa yang diungkapkan kepadanya oleh kantornya dan oleh mantan stafnya," ujar Abbot.

"Saya ingin memberikan (Gillard) kesempatan untuk melakukan yang benar dan hal ini merujuk pada penyelidikan penuh oleh Polisi Federal Australia (AFP)," kata Abbot.

Menurutnya, tanpa penyelidikan menyeluruh oleh AFP, peristiwa itu dan keterlibatan staf PM, pada akhirnya akan berakibat buruk pada pemerintahan Gillard.


(nrl/gus)


Berita Terkait