Akui Tembak Mati Demonstran, Polisi China Berdalih Membela Diri

Akui Tembak Mati Demonstran, Polisi China Berdalih Membela Diri

- detikNews
Rabu, 25 Jan 2012 14:21 WIB
Beijing - Pemerintah China mengkonfirmasi aparat kepolisiannya menembak mati seorang demonstran Tibet. Otoritas China berdalih menggunakan senjata setelah massa menyerang mereka terlebih dahulu.

Di Provinisi Sichuan, China terdapat etnis Tibet dalam jumlah yang besar. Banyak dari mereka yang mengeluh atas praktik represi hebat yang dialami mereka. Provinsi tersebut diguncang bentrokan-bentrokan sengit pekan ini, yang merupakan terburuk sejak demo besar-besaran menentang pemerintahan China pada tahun 2008 silam.

Menurut kelompok HAM setempat, dua orang etnis Tibet tewas dalam sebuah demonstrasi. Mereka menembaki polisi, dan mencederai 14 orang petugas keamanan.

Namun menurut kantor berita resmi China, Xinhua, "para perusuh" di Seda, Sichuan menembaki polisi dalam bentrok pada Selasa, 24 Januari kemarin. Akibatnya, 14 perwira polisi luka-luka.

"Polisi terpaksa menggunakan kekerasan setelah upaya-upaya yang melibatkan persuasi dan pertahanan senjata non-mematikan gagal untuk membubarkan massa," demikian disampaikan Xinhua, Rabu (25/1/2012).

Otoritas setempat menyatakan, satu demonstran tewas dan yang lainnya luka-luka. Polisi juga menangkap 13 orang yang diduga berperan dalam aksi kekerasan.

Pemerintah China juga menyalahkan para demonstran atas bentrokan yang terjadi di dekat wilayah Luhuo pada Senin, 23 Januari. Tetapi menurut warga etnis Tibet yang berada di sekitar lokasi saat kejadian, demonstrasi awalnya berjalan damai hingga kemudian polisi mulai melepaskan tembakan.

(fiq/ita)


Berita Terkait